Select Page

(Bukan) Kepulanganmu

Kesiur angin berkelindan sesorean ini. Taman penuh guguran daun, bangku kayu rapuh tempatku duduk menatap kekosongan di hadapan. Dulu, taman ini begitu ramai. Riuh oleh tawamu yang renyah dan simpul senyum indah selepasnya. Aku bahagia. Kita bahagia. Menghabiskan...

Lelaki yang Patah dan Memilih Tidak Utuh Lagi

Darimu, aku belajar bagaimana menjalani kesendirian. Berteman baik dengan kesepian, sesekali bercerita tentang hari yang dilewati atau senja yang ditunggui. Darimu, aku belajar bagaimana rasanya duduk sendirian di bangku taman sesorean, menatapi keramaian orang-orang....