Select Page

Kembali

Aku baru menyadari sekarang kamu telah menapaki jalan yang berbeda daripada sebelumnya. Mungkin aku harus menarik semua rasa menyerahku di masa silam dan mulai mengunjungi jalanmu lagi. Kedatanganmu yang tiba-tiba, bersamaan dengan remukan kertas berisi harapa yang...

Menemukanmu [6.0]

Taman Gladiator selalu menjadi tempat menyenangkan untuk bersantai selepas kuliah. Aku memilih pukul empat sore sebagai waktu yang tepat. Dengan bangku-bangku yang tertutupi kanopi, seperti halte berdinding tebal, aku bisa merasa aman dari panas atau hujan.Satu hal...

Menemukanmu [5.0]

Aku sudah setengah jalan menuju kelas Matematika Ekonomi ketika Arindya mencegat di depan koridor terakhir. Wajahnya berseri-seri. Di pelukannya ada buku diktat Chang terbitan lama. Seperti biasa, kupluk menutupi rambut merah ikalnya.“Bagaimana pagimu?”Arindya...

Menemukanmu [4.0]

Sepagian ini, selepas subuh, ketika langit baru membuka matanya perlahan, awan-awan keabuan sudah mulai menggulung. Memayungi Dramaga dari matahari dengan gerimisnya yang seakan jatuh satu-satu. Kemudian turun serupa benang-benang kusut. Aku terduduk di depan jendela...

Menemukanmu [3.0]

“Hei! Apa yang kaulakukan?”Arindya setengah berlari ke arahku yang sedang melemparkan kerikil-kerikil dari pinggir jalan ke arah turunan di sebelah kampus F. Aku bisa melihat kupluknya itu. “Ngapain kau sendirian di sini?” “Buang sisa kenangan.”“Heh …?”“Nggak...