Select Page

For Mikayla Jade

image from daily mailTo: Mikayla JadeHai, Mikayla. I just watched you on Youtube. The crazy thing is everything you’ve been through, with bullying and other things that put you on miserable; put you on the deep hatred, I can feel that. Because we’ve been...

Sampai Kapan Pun

Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah merasa pantas—meski perasaan ini ingin usai lekas. Kita punya batas; dinding tebal yang dingin dan bisu. Aku tahu betul, tak sekali pun kamu akan membuka ruang merindu karena pilihanmu bukan aku. Semoga kamu mengerti,...

Tentang Luka

from unsplash.comDi sini, secangkir kopi ditemani masa lalu yang lama tak berjumpa. Setelah ratusan hari, kau kembali pulang—tanpa alasan mengapa tetiba ingin menemuiku.Rasanya kita perlu bersua, setelah kemarau panjang meretas temu. Bukan untuk menyandarkan rindu...

Hidup Sebagai Puisi

picture by Mediakita PublisherDi sini, kamu hidup sebagai puisi. Lalu, mati dengan kata pergi. Semua begitu jelas untukmu ketika kita sudah berpisah jalan. Semua jelas untukku, ketika kamu mengirimiku sepucuk perpisahan.Meskipun hatimu telah ditautkan pada lelaki...

Selamat Tinggal

Kenangan itu dulu rimbun di kepala; menggersang setelah kaubakar dengan sepasang kata penuh luka ituBarangkali, masih ada peluang bertahan. Barangkali, kau masih ingat jalan pulang ke hatiku.