Select Page
Mencintaimu, Aku Berusaha

Mencintaimu, Aku Berusaha

Perjalanan menemukan selalu menyelipkan pelajaran-pelajaran baru yang bisa dipetik. Kehilangan, kepergian, kedatangan, hingga penantian. Semuanya saling bertemu di relung perasaan ini. Entah sudah berapa banyak nama yang bergantian mengisi, sedangkan pemiliknya...
Sederhana, Bukan?

Sederhana, Bukan?

Aku pernah berkata untuk tidak menulis tentangmu lagi. Setelah detik yang membenciku kian menegaskan bahwa kamu benar-benar akan menghilang. Kata-kata yang memenuhi dinding kamarku hanya menjadi penghias belaka tanpa pernah sampai maknanya. Aku pernah berkata bahwa...
Kata Mati

Kata Mati

Kita sama saja—tidak tahu cara mengeja selamat tinggal. Menafsirkan lambaian tangan sebagai jarak dan dinding—memantulkan segala harap yang kian lama mendingin; serupa kesendirian yang menyelimuti tubuhmu. Dilan bilang rindu itu berat. Bagiku, menyapu air matamu jauh...
Mencintaimu Tidak Pernah Berakhir Baik Untukku

Mencintaimu Tidak Pernah Berakhir Baik Untukku

Selamat pagi, masa depan. Maaf, bila sejenak aku benar-benar melupakan. Bertahan pada sesuatu yang telah lama meninggalkan jejak kepergian. Percaya bahwa kesepian hanya konsep belaka—tak pernah tiba. Semesta tidak bergerak seperti itu—ia berjalan membagikan takdir...
Maaf, Kamu Tidak Bisa Bertahan di Ruang Perasaanku

Maaf, Kamu Tidak Bisa Bertahan di Ruang Perasaanku

Maaf, bila aku meninggalkanmu di sebuah malam yang dingin. Tak menjelaskan padamu mengapa kamu tak bisa tinggal di ruang-ruang perasaanku. Bukan perihal kamu terlalu baik—aku saja yang tak cukup untukmu. Kamu tahu, aku masih bertahan pada perpisahanku sendiri. Mencari...
Jurang Kesepian

Jurang Kesepian

“Menemukan kembali ialah jalan yang harus kautempuh.” Suatu waktu dan di suatu pertemuan, seseorang memberitahuku perihal kembali melangkahkan kaki dan mengingat segala yang diperjuangkan selama ini. Seorang teman lama yang dulu selalu ada hingga suatu...