Select Page
Percayalah, Kita Mampu Menujukan Muara yang Sama

Percayalah, Kita Mampu Menujukan Muara yang Sama

Percayalah, bila benar kau mencintaiku, akan selalu ada jalan untuk kita menujukan muara yang sama. Jangan meragu dan berhenti untuk menanam rindu. Barangkali, melalui jeda dan spasi, waktu ingin mengajarkan perihal memaknai perasaan satu sama lain. Perihal menguatkan...
Biarlah, Kesendirian Ini Hidup untuk Sementara

Biarlah, Kesendirian Ini Hidup untuk Sementara

Di sini, aku meredam segala sepi yang meranggas dada seorang diri. Pada sisa-sisa jejak perasaan tentangmu. Di kala malam tiba, kenangan itu kubawa ke puncak dari gunung, membakarnya ke dalam unggun. Beterbangan; kerlap-kerlip di udara.Biarlah abu kenangan itu...
Takut

Takut

Aku hanya takut kita saling jatuh cinta. Kelak, ketika kau memilih untuk mengabaikannya; tak ingin perasaan itu menjadi luka untukmu. Tidak sekarang untukmu. Entah berapa lama bagiku.Tetapi, bila Tuhan berkata lain, mengapa kau memilih melewatkannya?Jangan...
Itu Hanya Sementara

Itu Hanya Sementara

Bila aku pergi, itu hanya sementara; sampai aku yakin, bahwa satu-satunya cara untuk mencintaimu dengan utuh ialah melepaskan. Bahwa satu-satunya cara untuk tetap menyematkan namamu di dalam doa ialah dengan melupakan.Suatu hari, ketika aku telah menemukan seseorang...
Menerka Lelaki Pilihanmu

Menerka Lelaki Pilihanmu

Puan, seperti apa seseorang yang kamu cari?Bila ia sempurna, lebih baik darimu, pantas saja pintu hatimu begitu hening meski telah kuketuk berulang kali. Mungkin kau menuli atau tidak menginginkanku ada di hidupmu.Bila lelaki yang kamu cari ialah ia yang tidak lebih...