Select Page

Kita sama-sama ingin terjatuh dalam dekapan perasaan yang begitu dalam. Seperti tenggelam dalam lautan dengan dasar yang sangat bersih dan kita bisa memandangi terumbu karang, ikan-ikan kecil, ataupun kapal-kapal berlayar di atasnya. Kita punya rasa yang sama. Dan sama sekali tak ingin melepaskannya.

Adakah yang lebih indah dari dua insan manusia yang mereguk perasaan? Jika ada katakan, biar kita sama-sama mendayung ke sana. Mencari masa depan. Atau tidak perlu, akan kudayung ke tengah lautan, lalu kita akan bersandar ke salah satu sisi sampan, menatap langit senja.

Aku ingin kamu tahu, jika langit senja adalah langit terindah di dalam hidupku. Dan aku menemukannya di kedua bola matamu. Di langit sore menjelang sayup-sayup azan Mahgrib terdengar. Aku ingin kita bersantai di lepas pantai yang tenang, sampai kamu tertidur, dan aku akan mendayung kembali ke tepian.

Aku akan menunggu sampai kamu terbangun. Lalu kita sama-sama menyantap makan malam, dan kau akan tergelak melihat caraku makan seperti orang kelaparan. Kisah kita sesederhana itu; seindah itu; takkan kubiarkan berakhir begitu saja.

Apa pun yang terjadi, kita akan selalu menjadi kita. Sekalipun gemuruh badai menghentak kebahagiaamu dan menghadirkan kesepian, aku akan selalu ada untuk mengisi kekosonganmu dan mengusir kesepian itu. Kita dipersatukan oleh naungan rindu. Dan bersamamu, aku menjadi utuh. Bersamaku, kau taklagi menjadi separuh. Karena kita adalah dua manusia yang ditakdirkan untuk saling melengkapi.