Select Page

Mencintaimu dengan Utuh

Lelah. Itu kata yang tepat, setelah tetiap langkah yang kuciptakan, takpernah benar-benar sampai padamu. Kau hanya bergeming—membuta.Bagaimana bisa kata itu ada, sedang rautmu tak henti buktikan kegigihan. Jika saja kau tahu segala jerih payahmu selalu sampai padaku....

Tentang Luka

from unsplash.comDi sini, secangkir kopi ditemani masa lalu yang lama tak berjumpa. Setelah ratusan hari, kau kembali pulang—tanpa alasan mengapa tetiba ingin menemuiku.Rasanya kita perlu bersua, setelah kemarau panjang meretas temu. Bukan untuk menyandarkan rindu...

Warung Kopi Pengkolan

Photo by Rod Long on UnsplashPagi tidak datang dengan cara yang sama lagi—secangkir kopi hangat cukup meredakan kesendirian yang beku, setelah apa yang terjadi membuatku begitu kelu.Manusia yang tersesat di tubuhku adalah jiwa-jiwa yang mencari pelita. Memasrahkan...

Patah Tanpa Alasan

Aku masih di sini, Puan. Patah tanpa alasan. Menunggu keraguan hilang dari kepalamu—sampai waktu terus menderas bagai hujan dan masih saja kauenggan memberi jawaban. Aku harus pergi.Aku tidak sedang meragu, Tuan. Aku hanya tak ingin suatu saat nanti salah satu dari...

Selamanya, Aku Ingin Singgah

Di peron kereta, aku menantimu tanpa detik dan tanggal. Bertahan di sana sampai kaudatang—meskipun hanya serupa kabut, hati hanya berharap, suaramu segera menyelusup di telingaku.Percayalah, selain penantianmu yang sepi itu, aku pun tengah melangkah mendekatimu, meski...