Select Page
Sederhana, Bukan?

Sederhana, Bukan?

Aku pernah berkata untuk tidak menulis tentangmu lagi. Setelah detik yang membenciku kian menegaskan bahwa kamu benar-benar akan menghilang. Kata-kata yang memenuhi dinding kamarku hanya menjadi penghias belaka tanpa pernah sampai maknanya. Aku pernah berkata bahwa...
Kata Mati

Kata Mati

Kita sama saja—tidak tahu cara mengeja selamat tinggal. Menafsirkan lambaian tangan sebagai jarak dan dinding—memantulkan segala harap yang kian lama mendingin; serupa kesendirian yang menyelimuti tubuhmu. Dilan bilang rindu itu berat. Bagiku, menyapu air matamu jauh...
Mencintaimu Tidak Pernah Berakhir Baik Untukku

Mencintaimu Tidak Pernah Berakhir Baik Untukku

Selamat pagi, masa depan. Maaf, bila sejenak aku benar-benar melupakan. Bertahan pada sesuatu yang telah lama meninggalkan jejak kepergian. Percaya bahwa kesepian hanya konsep belaka—tak pernah tiba. Semesta tidak bergerak seperti itu—ia berjalan membagikan takdir...

Tempat Segala Kenangan Bermula

Ada jejak-jejak kenangan menyapa kala rintik menyentuh tanah. Aromanya menenangkan namun terkadang mengingatkan pada pilu yang menyesakkan.Di sinilah kita—tempat segala kenangan bermula. Bangku kayu tua jadi saksi; kita pernah melukis senja dari beranda rumahku....